Adanya kemajuan teknologi kesehatan, informasi yang cepat dan akurat semakin menjadi kebutuhan utama para pengambil keputusan dengan kata lain informasi merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh setiap manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan. Rumah sakit, klinik, puskesmas, Apotek maupun dokter praktek sebagai sebuah institusi yang menyimpan begitu banyak data juga memerlukan pengolahan data yang benar dan akurat yang dapat disajikan sedemikian rupa dalam bentuk laporan [N.Fanny,2019]. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) modern adalah sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman. Peneliti mencoba mendekatkan presepsi apotek modern kurang lebih mirip seperti K-24, guardian, Watson, century, dan kimia farma. Apotek modern/apotek daring disini didefinisikan sebagai apotek yang memiliki lokasi yang strategis, harga bersaing, bangunan yang menarik, serta memiliki sarana dan prasarana kefarmasian yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan menggunakan ilmu pengetahuan maupun teknologi yang mutakhir. Blue print modern Pharmacy adalah pelayanan kefarmasian yang maksimal. Pelayanan kefarmasian diapotek hanya dapat dilakukan oleh asisten apoteker dan apoteker [Baines, 2014].

Konsep Apotek daring atau apotek modern dibuat berdasarkan harapan responden disesuaikan dengan parameter-parameter yang telah ditetapkan oleh kementrian Kesehatan Indonesia mengenai standar pelayanan kefarmasian Indonesia. Yang mempengaruhi dalam strategi pemasaran apotek modern yaitu produk, kelengkapan produk menjadi alasan utama responden memilih atau berlangganan dengan apotek.

Saat dunia berada dalam genggaman, segalanya dapat dengan mudah diakses. Berbagai macam kebutuhan dapat diperoleh tanpa perlu mengerakan tubuh. Namun, walau bagaimanapun, terdapat beberapa hal yang tak seharusnya diperdagangkan melalui dunia maya. Contohnya Kesehatan. Tetap perlu tatap muka untuk memperoleh pelayanan  Kesehatan yang sempurna. Beberapa waktu lalu ada berita mengenai pengeluaran aplikasi Apotek antar milik Jonathan Sudharta, CEO M-Heath Tech, pada aplikasi ini hanya perlu mengetik nama obat yang dibutuhkan, jika obat tersedia maka obat akan diantar. “untuk server, kami pastikan ini aman, tidak mudah diakses sembarang orang, oleh saya sekalipun. Begitu pula urusan administrasi, bila saya ingin mengakses harus ada pihak lain dari kemenkes. Dari segi system saya jamin ini cukup aman,” tutur Jonathan.

Aplikasi Apotek Antar juga dilengkapi dengan Surat Izin Apotek dan memiliki apoteker yang bertindak sebagai penanggung jawab. Jonathan pun telah mengakui bahwa dari segi sistem, aplikasi ini cukup aman. Namun, apakah ada jaminan kalau obat ini akan tetap aman dikonsumsi saat sampai ke tangan pasien? . Bahayanya, aplikasi ini juga melayani obat-obat dengan resep dokter, yang kebanyakan adalah golongan obat keras. Pada apotek konvensional, obat-obat keras tidak boleh diperjualbelikan jika apoteker tidak sedang di tempat. Bahkan asisten apoteker yang mengerti penggunaannya pun tidak memiliki wewenang. Hanya golongan obat bebas dan obat bebas terbatas yang boleh diperjual belikan saat tidak ada apoteker di apotek. Untuk apotek nyata saja, aturan tersebut banyak dilanggar. Banyak apoteker yang melegalkan suatu apotek agar dapat beroperasi melalui Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) yang dimilikinya, tetapi kemudian tempat tersebut ditinggal begitu saja. Lalu, untuk apotek daring, siapa yang menjamin bahwa sang penanggung jawab tersebut selalu sedia di tempat? Kehadiran apoteker di tempat pada saat pasien menebus obat tentunya tidak hanya untuk melegalkan proses jual beli tersebut. Pasien memberikan pesan resep dari dokter, lalu obat diracik (jika perlu dibuat segar), kemudian diberikan pada pasien. Tidak berhenti disana, apoteker harus memberikan konseling pada pasiennya. Proses terakhir ini yang sangat jarang dilakukan oleh apoteker-apoteker di Indonesia, sehingga pasien sering salah dalam mengonsumsi dan memperlakukan obat. Pada apotek daring, sudah sangat jelas bahwa konseling ini tidak dilakukan. Kalaupun konseling dilakukan dengan berkirim surat, apakah pasien akan membacanya? Kesalahan ini merupakan suatu hal paling fatal bagi seorang  apoteker.

Pada proses pengiriman. Secara sistem, mungkin nampak aman, tetapi belum tentu demikian soal pengemasannya. Proses pengiriman dapat sangat mengganggu stabilitas obat. Banyak zat aktif pada suatu obat yang sangat rentan pada suhu dan kelembaban. Pada saat sampai di tangan pasien, mungkin obat nampak masih bagus secara fisik. Namun, bagaimana jika ternyata zat aktif obat tersebut sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi? Sepele memang, dan sangat memudahkan. Namun, jika sistem tidak dipersiapkan dengan baik, bukan tidak mungkin jika di kemudian hari akan memakan banyak korban jiwa. Bila tidak disikapi dengan tepat, aplikasi ini hanya akan memperburuk citra apoteker di Indonesia. Selain apoteker dan tenaga medis lainnya, masyarakat juga memiliki peranan besar dalam menyatakan sikap terhadap fenomena apotek daring. Masyarakat Indonesia belum tercerdaskan, kepada siapa mereka seharusnya mendapatkan hak konseling tentang obat. Selama ini, pasien Indonesia hanya mendapatkan konseling dari dokter.

Berikut ada beberapa apotek daring yang ada di Indonesia :

  • Apotik roxy
  • K24klik
  • Medicastore
  • Go med
  • Apotik antar
  • Century Kimia Farma
  • Halo apoteker
  • Tokopedia Apotik tambak rejo
  • Halo doc
  • Goapotik.com
  • Apotikdaring.com
  • Apotik.com Buka lapak
  •  Farmaku
  • Geser rx

Adapun keuntungan apotek daring

Keuntungan Apotek Daring Sudut Pandang Konsumen

  • Tidak harus mengunjungi dokter atau apotek terdekat; 
  • membantu lansia, penyandang disabilitas atau orang dengan kondisi yang tidak mendukung untuk mobilitas
  • Transaksi belanja obat pada apotek berani sangat mudah dan efisien, karena Anda bisa memesan obat melalui berani kemudian membayar dengan transfer dan obat langsung dikirim ke alamat yang dikonfirmasikan
  • Menghemat waktu bagi  orang-orang yang sangat sibuk dengan kerja siang
  • hari libur untuk mendapatkan pesanan 24 jam
  • Memberikan fasilitas pengiriman atau pengiriman obat
  • Pasien dapat membandingkan harga dan ketersediaan obat di masing-masing apotek secara lebih mudah dan efisien

Keuntungan Apotek daring Sudut Pandang Apoteker

  • Prospek bisnis yang menguntungkan
  • Mengurangi tekanan untuk segera memberikan obat pasien yang menunggu, sehingga dapat meminimalkan medication error
  • Apoteker memiliki lebih banyak waktu dapat lebih fokus pada pelayanan klinis
  • Sarana mengembangkan hubungan apoteker-pasien

Adapun kerugian dari apotek daring :

  • Kurangnya jaminan akan kerahasiaan pelanggan: data bisa diretas
  • Kurangnya jaminan akan kualitas produk: proses pengiriman dapat mempengaruhi stabilitas obat, terutama yang rentan terhadap perubahan suhu dan kelembaban
  • Apotek abal-abal: produk substandar, bahkan palsu
  • Ekspektasi pasien tidak terpenuhi
  • Kurang/tidak adanya intervensi tenaga kesehatan (seperti konseling oleh Apoteker), potensi medication error (pasien salah menggunakan dan memperlakukan obatnya)

Dalam pengembangannya, pelayanan ini dapat diterapkan untuk pelayanan obat resep maupun nonresep atau swamedikasi. Yang mana apoteker dapat berkomunikasi langsung dengan pasien. Salah satu contohnya, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Peraturan Nomor 8 tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan Secara Daring. Peraturan ini memaparkan bahwa pelayanan obat secara daring dapat dilakukan dengan sistem elektronik yang dimiliki oleh apotek atau yang disediakan oleh Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF). Berbicara tentang obat-obatan yang boleh dilayani secara daring, Yeni menyebutkan obat-obatan itu meliputi golongan obat bebas, bebas terbatas dan obat keras, obat tradisional dan suplemen kesehatan. Khusus untuk obat keras hanya diberikan berdasarkan resep dokter yang ditulis secara elektronik sesuai peraturan yang berlaku atau dengan mengunggah resep tertulis asli yang dapat dipertanggung jawabkan. Di samping itu, apotek atau pihak ketiga juga harus mendokumentasikan serah terima obat kepada pasien dan mengarsipkan semua data informasi transaksi elektronik yang dapat ditelusuri dalam batas waktu 5 (lima) tahun. Dalam hal ini resep asli wajib diserahkan pada saat penyerahan obat. Ranah kesehatan di Indonesia sebenarnya tidaklah buruk. Industri farmasi di Indonesia sudah sangat baik. Indonesia memiliki pabrik vaksin terbesar se-Asia Tenggara, yang produk-produknya sudah diekspor ke banyak negara. Biofarma hanyalah satu dari banyak contoh kemajuan industri farmasi di Indonesia. Namun, pengelolaan pelayanannyalah yang masih jauh dari kategori baik. Usaha-usaha dalam peningkatan pelayanan kesehatan, seperti apotek daring ini, patut diacungi jempol. Tapi, sudahkah kita mengevaluasi apa dampaknya bagi masyarakat?

Daftar Pustaka

Alexandra, dkk. 2018. Kasus Apotek Online. Universitas Gadjah Mada
Arif, dkk. 2021.Sistem  Informasi Rekam Medik Pasien sebagai implementasi Big Data dengan NIK di pelayanan Kesehatan kota Tegal. Journal transformatika.vol 18
Welfin,dkk. 2019. Bauran Pemasaran Tentang Konsep Apotek Modern Serta Strategi Pemasarannya. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila

Tim Penulis:

Nurhalifah, Santika Citra Veronita, Shella Imka Puji Destria; Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *